Doa Bangun Tidur

Posted on

Doa Bangun Tidur – Assalamualaikum wr wb sobat dosenpintar.com yang insyaallah akan selalu dirahmati Allah SWT. Kita sedari kecil telah diajarkan doa sehari hari seperti doa akan makan, doa sesuadah makan, doa keluar rumah, doa masuk rumah dan lain sebagainya. Nah jadi dalam artikel ini kita akan membahas salah satu doa sehari hari yaitu Doa Bangun Tidur. Dan untuk pembahasan terlengkapnya bisa sobat simak berikut dibawah ini.

Doa Bangun Tidur
Doa Bangun Tidur

Bangun Tidur

Merupakan suatu peristiwa yang harus disyukuri karena pada setiap pergantian hari jika masih diberi nafas oleh yang maha kuasa berarti masih diizinkan untuk mempunyai usia yang lebih panjang. Hendaknya disetiap bangun bagi mengucap syukur, berdoa dan memberikan pujian untuk yang maha pencipta.

Doa Bangun Tidur

Berikut merupakan pembahasan mengenai doa bangun tidur dalam bahasa arab, latin dan terjemahan berikut dibawah ini.

Bacaan Doa Bangun Tidur Arab

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Bacaan Doa Bangun Tidur Latin

“Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur”

Arti Doa Bangun Tidur

“Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku, dan hanya kepada-Nya nantinya kami semua akan dihidupkan kembali.” (HR.Ahmad, Bukhari, dan Muslim).

Penjelasan Doa Bangun Tidur

Adapun penjelasan secara lengkap mengenai bahasan doa bangun tidur berikut dibawah ini.

Pujian pada bacaan ““Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….”

Yakinilah dan sadarilah hal ini dengan sepenuh hati di saat kita melantunkan pujian doa, “Alhamdulillah al-ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa….” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.

Sebab, nikmat hidup adalah nikmat terbesar yang diberikan kepada manusia. Selain nikmat hidup, semua ada di bawahnya.

Baca Juga :  Bahasa Arab Anggota Tubuh

Asalkan kita masih hidup, berarti kita masih diberi nikmat waktu dan kesempatan untuk dapat menjalani taubat dan berbuat taat kepada Allah.

Asal kita masih hidup, berarti kita masih bisa bekerja, berkarya, dan merasakan nikmatnya kesenangan dunia.

Namun, jika nikmat hidup itu telah terenggut, maka hilanglah semua yang kita miliki, sirnalah semua harapan dan cita-cita yang kita punya.

Tidakkah kita berpikir, betapa menyesal dan betapa merana orang-orang yang telah kehilangan nikmat hidup ini.

Inilah salah satu ungkapan penyesalan mereka yang telah meninggalkan dunia ini, yang tersirat dalam Al Quran.

Surah Al Munafiquun ayat 10:

رَبِّ لَوۡ لَاۤ اَخَّرۡتَنِیۡۤ اِلٰۤی اَجَلٍ قَرِیۡبٍ ۙ فَاَصَّدَّقَ وَ اَکُنۡ مِّنَ الصّٰلِحِیۡنَ

Artinya:

“…Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?” (QS. Al-Munafiquun ayat 10).

Surah Al Sajdah ayat 12:

رَبَّنَاۤ اَبۡصَرۡنَا وَ سَمِعۡنَا فَارۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَالِحًا اِنَّا مُوۡقِنُوۡنَ

Artinya:

“ Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shalih, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah ayat 12).

Saudaraku, jika di pagi ini kita masih diberi nikmat hidup. Betapapun buruknya kondisi kesehatan kita, betapapun minimnya harta yang kita punya, maka kita wajib bersyukur atas nikmat yang besar tersebut.

Sebab, hal itu berarti Allah, masih sayang kepada kita. Allah masih berkenan memberikan kebijaksanaan besar kepada kita. Jadikanlah nikmat hidup ini sebagai dasar utama rasa syukur kita.

Sebab, jika nikmat hidup ini yang menjadi ukuran rasa syukur kita, maka akan terasa mudah bagi kita untuk bersyukur dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang lain.

Jika nikmat hidup ini menjadi standar kebahagiaan kita, maka akan terasa enteng bibir ini untuk tersenyum, hati ini untuk bahagia, dan pikiran ini untuk tercerahkan.

Sesungguhnya, pesan tersirat yang hendak dinyatakan dalam doa bangun tidur di atas adalah:

  • Apabila di pagi ini Anda dapat bangun dan merasa sehat, maka bersyukurlah karena Anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup sampai hari ini.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan mendapati kesehatan badan yang masih terjaga, keluarga Anda masih utuh dan selamat, dan Anda masih memiliki persediaan makanan yang cukup untuk hari ini, maka bersyukurlah. Karena nikmatnya dunia telah dikumpulkan untuk Anda.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat Anda beristirahat, maka bersyukurlah, karena Anda masih kaya dibanding penduduk di dunia lainnya.
  • Apabila di pagi ini Anda bangun dan tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan mendapatkan pekerjaan yang layak, maka bersyukurlah karena anda adalah bagian dari kelompok terpilih.
Baca Juga :  Tulisan Arab Allahumma Sholli ‘ala Sayyidina Muhammad

Jika Anda telah dapat memahami dan mengamalkan pesan ini, maka saat Anda bangun tidur dan mendapatkan persediaan makanan di rumah anda habis. Maka Anda masih bisa tertawa karena ternyata Anda masih diberi kehidupan dan dianugerahi kesehatan.

Saat Anda bangun tidur dengan terbaring lemas di pembaringan. Anda masih tetap bisa bersyukur karena ternyata pagi ini Anda masih lebih beruntung dari mereka yang hampir tidak ada harapan lagi untuk bisa menikmati hidup di pagi ini.

Begitu seterusnya, selama jantung masih berdetak dan selama ruh masih menempel di badan, ada banyak hal yang patut kita syukuri dan memang wajib bagi kita untuk mensyukurinya.

Sungguh tidak ada alasan dan dalih apa pun untuk berkelit dari nikmat yang demikian besar ini, yaitu nikmat hidup dan kehidupan.

Saat bangun pagi, jadilah seperti burung-burung yang berkicau heboh setiap pagi di pepohonan menyambut datangnya pagi. Siulan mereka saling sahut meriah sekalu, seolah-olah sedang merayakan pesta besar setiap pagi.

Setiap pagi hari, mereka selalu menjalani hidup dengan penuh rasa syukur. Padahal, mereka tidak memiliki persediaan makanan untuk hari ini, dan mereka juga tidak pernah menyimpannya.

Padahal, diantara mereka ada yang bangun pagi dengan kaki yang pincang, mata yang tertutup, dan kepala yang tertunduk. Burung-burung itu lebih mengerti rahasia Tuhan yang tidak pernah meninggalkan mereka dan selalu menyayangi makhluk ciptaan-Nya.

Pada Bacaan “….Wailaihin nusyuur”

Maka, kita baca terusan doanya, “….Wailaihin nusyuur” ( (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan, hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Mengapa ketika bangun tidur kita dianjarkan untuk mengingat “an-nusyur”, apa kaitan antara keduanya?

  1. “an-nusyur” adalah kebangkitan dari kubur.
Baca Juga :  Arti Wa Iyyakum

Yaitu, kebangkitan setelah kita mengalami kematian yang panjang di alam barzakh. Sementara, tidur adalah saudaranya mati.

Saat tidur, kita tengah dimatikan untuk sementara oleh Allah.

Kemudian saat bangun, kita dihidupkan kembali oleh-Nya. Dengan ini, dapat dikatakan bahwa bangun tidur sebenarnya juga merupakan peristiwa kebangkitan, yakni kebangkitan manusia dari kubur menuju alam kehidupan yang abadi.

  1. Dengan mengingat “an-nusyur” saat bangun tidur, kita diharapkan sadar akan kebangkitan yang kedua.

Yaitu kebangkitan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Kita juga diharapkan mengerti betapa berharganya kehidupan saat ini (dunia), sebagai bekal nanti di saat bangun dari kematian (kehidupan akhirat).

Keutaman Doa Bangun Tidur

Adapun keutamaan dalam doa bangun tidur dapat kita simak pembahasannya berikut ini.

  1. Kekuatan syukur.

Yaitu yang didapat melalui pesan kalimat, “Alhamdulillaahil ladzi ahyaanaa ba’da maa amaatanaa…” (اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا). Yang artinya “Segala puji bagi-Mu, ya Allah, yang telah menghidupkan kembali diriku setelah kematianku.”

  1. Kekuatan motivasi hidup dan mengejar kebaikan yang sebanyak-banyaknya.

Yaitu yang diperoleh dari pesan kalimat, ”…Wailaihin nusyuur” (وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ) yang artinya “Dan , hanya kepada-Nya kami semua akan dihidupkan kembali”.

Dengan dua kekuatan ini, maka pikiran, hati, dan jiwa kita akan terpacu untuk bersyukur dan lalu bersiap siaga untuk mengejar kebaikan dan keberuntungan yang sebesar-besarnya.

Demikianlah pembahasan artikel tentang Doa Bangun Tidur. Semoga selalu diamalkan dan dibagikan untuk sobat lainnya sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan yang lebih luas bersama sama.

Baca Juga :