Cerita Fabel : Pendek, Singkat, Pengertian dan Struktur

Posted on

Cerita Fabel  – Hello para pembaca dosenpintar.com, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Cerita Fabel Pendek, Singkat, Panjang, Pengertian dan Struktur. Di artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai contoh daftar isi Yuk langsung aja simak artikel tentang model Cerita Fabel sendiri akan memberikan pesan moral di dalamnya yang bisa kamu petik setelah membaca artikel ini lengkapnya di bawah ini.

cerita fabel

Pengertian Fabel

Fabel ialah merupakan sebuah cerita dongeng yang menampilkan tokoh-tokoh binatang sebagai pemeran utamanya Tokoh binatang tersebut berperan layaknya manusia. Fabel termasuk kedalam cerita fiksi atau khayalan. Meskipun kebanyakan tokohnya adalah binatang, tapi kadang fabel juga memasukkan karakter manusia.

Struktur Teks Cerita Fabel

Sama seperti jenis cerita pada umumnya, fabel memiliki struktur cerita antaralain:

  1. Judul, yaitu kalimat yang berada di bagian paling atas cerita fabel yang berfungsi untuk mengetahui tema atau gambaran umum dari sebuah cerita fabel.
  2. Orientasi, yaitu bagian awal dalam cerita fabel untuk mengenalkan karakter, tempat dan waktu dalam cerita.
  3. Komplikasi, yaitu bagian teks dimana menceritakan munculnya suatu konflik atau masalah dalam cerita.
  4. Klimaks, yaitu puncak dari suatu konflik atau masalah.
  5. Resolusi, yaitu bagian teks yang berisi tentang penyelesaian masalah yang ada dalam cerita.
  6. Koda, yaitu bagian terakhir dalam teks yang berisi pesan-pesan maupun amanat dari pengarang.

Ciri-ciri Cerita Fabel

  1. Tokoh dalam cerita fabel adalah binatang.
  2. Watak tokoh yang digambarkan ada yang baik dan ada yang buruk.
  3. Cerita fabel memiliki alur maju.
  4. Latar yang digunakan adalah latar alam (sungai, hutan, kolam, dan lain-lain).
  5. Mengandung amanat atau pesan moral.
  6. Terdapat rankaian peristiwa yang menunjukkan kejadian sebab-akibat.

 

Contoh Cerita Dongeng Fabel

Berikut di bawah ini adalah beberapa contoh cerita dongeng fabel .

Cerita Fabel Kelinci dan Kura-kura

Cerita Fabel Kelinci dan Kura-kura

Sebuah hutan kecil di pinggiran desa menjadi tempat tinggal dari sekelompok binatang. Di hutan tersebut sana ada  seekor kelinci yang amat sombong dan suka mengejek binatang lain yang lemah. Binatang lain pun tak ada yang suka pada kelinci sombong itu.

Dan disuatu saat, si kelinci sombong tersebut berjalan mencari korban untuk diejek. Kebetulan dia bertemu kura-kura dijalan, dan si kelinci pun berkata “Hei, kura-kura jalanmu lambat sekali! tak secepat aku” kata kelinci mencibir.“Memang jalanku lambat, tapi yang penting tetap selamat. Daripada cepat tapi jatuh dan terluka” jawab kura-kura. Kelinci yang tak terima dengan perkataan kura-kura pun, akhirnya menantang kura-kura “Oke kalau begitu! bagaimana kalau kita adu lari saja, kalau kau menang, aku beri hadiah apapun yang kau minta,” kata kelinci yang angkuh. “Mana mungkin aku mau beradu lari denganmu. Kamu kan sangat cepat sedang aku hanya bisa jalan pelan” kata kura-kura tahu diri. “Harus mau! Kamu tidak boleh menolak tantangan dariku. Besok pagi aku tunggu kamu di bawah beringin. Aku akan meminta srigala untuk menjadi pengadil,” kata kelinci. Kura-kura hanya bisa terdiam sambil berkata, “Apa mungkin aku bisa mengalahkan si kelinci?”

Keesokan harinya kelinci yang sombong itu sudah menunggu di bawah pohon beringin. Srigala sudah datang untuk menjadi wasit dan binatang-binatang lain hadir untuk menyaksikan perlombaan tersebut. Setelah kura-kura datang, srigala berkata, “Peraturannya begini. Kalian balapan lari dimulai dari sini, dan siapa yang sampai ke pohon yang disebelah sana, maka dialah pemenangnya,” Semua yang hadir pun ngangguk-ngangguk. “Semuanya bersiap… satu … dua … tiga … lari!” kata srigala memberikan sebuah aba-aba.

Kelinci langsung berlari sekencang mungkin mendahului kura-kura. Sementara itu kura-kura berjalan dengan sangat lambat. “Ayo kura-kura, lari dong jangan cuma jalan…..!” teriak Kelinci dari kejauhan sambil meledek kura-kura. “Kamu lama sekali kura-kura, kalau begitu aku tunggu di sini ya…,” kata kelinci meledek. Kelinci pun duduk-duduk dibawah pohon sambil bernyanyi, dan meledek kura-kura yang kesulitan berjalan. Karena hembusan angin yang amat sejuk sejuk, tanpa disadari kelinci kemudian tertidur.

Kura-kura yang melihat kelinci tertidur pun diam-diam terus melangkah hingga mendekati garis finish. Tepat saat kura-kura hampir menginjak garis finish, kelinci terbangun dan dengan sekuat tenaga dia berlari  mengejar kura-kura yang disepelekannya. Namun apa daya, semuanya sudah terlambat. Kaki kura-kura telah menyentuh garis finish dan Srigala telah mengibarkan bendera finish saat kelinci masih berlari. Kura-kura jadi pemenang dan si kelinci sombong terdiam membisu.

Baca Juga :  Cerita Fantasi : Pengertian, Jenis, Contoh, Struktur dan Lengkap

“Nah, sekarang siapa yang menang?” tanya kura-kura pada kelinci. “Ya, kamulah yang menang,” jawab kelinci bengong. “Kamu masih ingat janji mu kan? Kalau aku menang, aku boleh minta hadiah apa pun” Kata kura-kura mengingatkan. “Ya, … pilih saja hadiah yang kau mau,” kata kelinci deg-degan. “Aku hanya minta satu hadiah dari kamu. Mulai sekarang kamu jangan sombong, kamu harus menghargai semua binatang disini” kata kura-kura. “Hanya itu?!” kata kelinci terkejut. “Ya, itu saja.” Kata kura-kura mantap. “Baik, aku berjanji tidak akan sombong lagi, aku juga akan menghargai semua binatang disini, dan juga aku minta maaf atas sifat sombongku,” kata kelinci disaksikan semua binatang.

Cerita Fabel Kancil dan Buaya

Cerita Fabel Kancil dan Buaya

Pada suatu ketika, ada seekor kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan waktu siangnya dengan menikmati angin sepoi-sepoi. Tetapi sesaat kemudian, perut kancil pun keroncongan. Akhirnya kancil memutuskan untuk mendapatkan mentimun yang berada di seberang sungai. Namun, tiba-tiba terdengarlah suara gemuruh air dari dalam sungai. Ternyata sungai itu dihuni oleh buaya.

Kancil yang cerdik itu pun langsung mendapatkan sebuah ide  dan langsung menuju ke arah sungai untuk menghampiri buaya. “halo buaya, apakah kamu sudah makan siang?” Tanya kancil. Namun buaya itu hanya terdiam, nampaknya sedang tidur pulas menikmati sejuknya angin. Si kancil yang mulai kelaparan pun memberanikan diri untuk mendekat, dan berkata “hai buaya, aku punya banyak daging segar” Teriak sang kancil. Buaya itu tiba-tiba bangun dan mengibaskan ekornya di air, lalu berkata “ada apa? Kau berisik sekali, mengganggu tidurku saja” jawab buaya kesal. “sudah kubilang, aku punya banyak daging segar. Tapi aku malas untuk memakannya. Kau tahu bukan kalau aku tidak suka daging? makanya aku ingin memberikan daging segar itu untukmu” jawab kancil polos. “benarkah itu? Sebenarnya aku dan juga teman-temanku belum makan sama sekali.” jawab sang buaya. “nah kebetulan, kau tidak perlu khawatir karena kau punya teman yang baik sepertiku.” ujar kancil sembari memperlihatkan deretan gigi runcingnya. “terimaksih kancil, ternyata hatimu begitu mulia. Jauh beda dengan yang dikatakan oleh orang-orang. Mereka bilang kalau kau licik dan suka memanfaatkan temanmu” jawab buaya tanpa ragu-ragu. Mendengar itu, kancil sebenarnya agak kesal. Tapi dia bersabar demi bisa menyeberangi sungai “aku tidak mungkin sejahat itu. Biarlah. Mereka hanya belum mengenalku saja, sebab selama ini sikapku terlalu cuek dan tidak peduli dengan omong kosong seperti itu. Cerita kancil dan buaya.

Sekarang, panggilah teman-temanmu” ujar kancil. Buaya itu pun tersenyum lega, akhirnya ada jatah makan siang hari ini. “teman-teman, keluarlah. Kita punya jatah makan siang daging segar yang sangat menggoda. Kalian sangat lapar bukan?” Teriak buaya kepada teman-temannya supaya keluar. Lalu munculah 8 ekor buaya. Kancil pun langsung berkata “ayo berbaris agar aku bisa menghitung berapa jumlah daging segar yang kalian perlukan”. Mendengar hal tersebut, seluruh buaya itu langsung berbaris rapi di sungai.

Tanpa ragu-ragu, kancil langsung melompat melewati ke- 9 ekor buaya sembari menghitung  hingga akhirnya ia sampai di seberang sungai. dan mereka pun berkata “hey kancil mana daging segar yang kau janjikan untuk kami?”. Kancil terbahak-bahak lalu berkata “betapa bodohnya kalian, bukankah aku tak membawa sepotong pun daging segar di tangan? Itu artinya aku tak punya daging segar untuk jatah makan siang kalian. Enak saja, mana bisa kalian makan tanpa ada usaha?”. 9 ekor buaya itu kesal dan salah satu diantara mereka berkata “akan ku balas semua perbuatanmu”. Kancil pun pergi meninggalkan para buaya itu sambil berkata “hahahaha… rasakan itu buaya bodoh, aku mau pergi dulu mencari mentimun”.

Cerita Fabel Serigala dan Tujuh Anak Domba

Cerita Fabel Serigala dan Tujuh Anak Domba

Disuatu saat, hiduplah seekor domba yang tinggal di tepian hutan bersama ketujuh anaknya. Setiap harinya domba tersebut keluar untuk mencari makanan di hutan yang berada dekat dengan rumah mereka.

Baca Juga :  Contoh Greeting Card

Seperti biasa sebelum keluar rumah, sang domba memberitahu anak-anaknya supaya berjaga-jaga dan berkata,”Serigala itu hewan yang sangat licik dan juga jahat, jadi apabila kalian mendengar suara lolongan dan melihat empat kuku hitamnya, jangan pernah buka pintu ini.”

Dan suatu hari seekor serigala kebetulan sedang berjalan ke arah kandang si domba, serigala itu berasa begitu gembira karena anak-anak domba telah ditinggalkan oleh ibunya. Ia pun langsung mengetuk pintu dengan kuat, lalu berteriak ”Cepat buka pintunya, ini ibu sudah pulang!” Tetapi anak anak domba itupun berkata,”Ini bukanlah suara ibu kami, suara ibu kami sangat lembut dan halus.”

Serigala pun menggunakan cara lain dengan mengambil kapur lalu memakannya, kononnya hal ini dilakukan untuk melembutkan suara si sreigala. Dan benar saja suara si serigala menjadi lembut. Kemudian ia kembali mengetuk pintu kandang domba.”Cepat buka pintunya, ibu membawa banyak makanan yang enak untuk kalian” Walaupun suara serigala telah menjadi lembut, tetapi anak-anak kambing melihat kuku hitam dan tajam itu,lalu berkata,”Kamu bukan ibu kami. Kamu itu serigala kerana kuku yang kamu miliki itu hitam dan juga tajam.”

Serigala mendapat akal. Dia kemudian mewarnai kuku hitamnya dan mengubahnya supaya menyerupai kuku induk domba. Serigala sekali lagi mengetuk pintu kandang domba. Anak anak domba yang melihat kuku putih itu langsung menyangka bahwa ibu mereka telah pulang dan merekapun membuka pintu. Setelah anak anak domba membukakan pintu, serigala langsung menerkam dan menelan enam ekor anak domba sekaligus. Anak domba yang selamat bersembunyi di bawah tumpukan rumput. Setelah kenyang, serigala tertidur di bawah pohon.

Tak begitu lama, ibu domba pun tiba dirumah, tapi ia tak mendapati anaknya. Ia terus mencari anak-anaknya. akhirnya Ibu domba ini menemukan satu anaknya yang sedang bersembunyi di bawah tumpukan rumput. Anak domba itu memberitahu ibunya apa yang telah terjadi. Ibu domba merasa begitu sedih dan berkata,”Serigala itu pasti tidak pergi jauh dari sini. Mari kita pergi mencarinya sekarang juga!”

Akhirnya mereka menemukan serigala yang sedang tidur lelap. Ibu domba melihat ada sesuatu yang bergerak di dalam perut si serigala dan percaya itu merupakan anak anaknya yang telah di telan. Tanpa membuang waktu ibu domba pun menyuruh anaknya untuk mengambilkan sebuah gunting dan jarum.

Dengan sangat hati-hati ibu domba membelah perut serigala dengan menggunakan gunting dan mengeluarkan keenam anaknya. Anak anak domba ini tidak mengalami luka kerana sang serigala hanya menelan dan tidak mengunyah mereka. Melihat anak anaknya masih hidup, ia merasa begitu gembira.

Ibu domba menyuruh anak anaknya mencarikan sebuah batu untuk diisi ke dalam perut serigala. sehabis memasukkan batu kedalam perut si serigala, ibu domba lalu menjahit kembali perut serigala. Tak lama setelah itu serigala pun bangun dan ia masih kekenyangan dan merasa begitu haus. Serigala mencoba berjalan ke tepi danau namun ia tidak dapat berjalan cepat kerana perutnya amat berat.

Karena perutnya begitu berat, saat si serigala ini membungkuk untuk meminum air, ia pun terjatuh ke dalam sungai dan akhirnya tenggelam. Ibu domba dan anak anaknya berasa sangat gembira melihat serigala yang terjatuh kedalam danau. Dan Semenjak hari itu mereka tidak lagi diganggu oleh si serigala dan mereka hidup dengan aman dan damai.

Cerita Fabel Semut dan Belalang

Cerita Fabel Semut dan Belalang
CERITA FABEL SEMUT DAN BELALANG
CERITA FABEL SEMUT DAN BELALANG

Di tengah hutan, hiduplah semut yang rajin. Dia selalu mencari makanan dan menyimpannya di gudang penyimpanan makanan. Dia sangat bersemangat bahkan jika panasnya matahari dan derasnya hujan tidak menjadi penghalang untuknya.

Suatu hari, saat mengangkut makanan untuk disimpan di gudang, ia bertemu dengan belalang malas saat berjemur. Belalang bertanya, “Hai semut, apa yang kamu lakukan?”

“Ini aku sedang mencari makanan, belalang untuk aku simpan di gudang/lumbung,” jawab semut. Mendengar ini, belalang juga berkata: “Mengapa repot mengumpulkan makanan, di hutan ini banyak makanan yang bisa dimakan”.

Semut itu juga menjawab, “Dia benar, tapi aku menyiapkan makanan untuk persiapan musim dingin nanti.” Belalang sekali lagi menertawakan semut hahahahha…, “Musim dingin masih lama wahai semut. Tidak usah dipkirikan, lebih baik kita bersenang-senang dulu, ujar belalang.”

Tapi semut tidak peduli sama sekali tentang ejekan malas si belalalng. Dia selalu sibuk mencari makanan untuk disimpan dilumbung. Keesokan harinya, ketika dia akan mengambil makanan, dia kembali untuk melihat belalang malas dan menertawakannya lagi.

Baca Juga :  Contoh Kalimat Kompleks

Sepanjang hari, semut selalu sibuk mengumpulkan makanan. Sementara belalang hanya asik bermain sambil bersenang-senang. Akhirnya, gudang semut hampir penuh. Tapi itu tidak memuaskannya dan dia masih mencari makanan untuk dikumpulkan dan disimpan.

Akhirnya, musim dingin telah tiba. Semut duduk dengan santai di rumah mereka sambil menikmati banyak makanan mereka. Sementara belalang hanya menyimpan sedikit makanan karena dia pikir musim dingin akan segera berakhir.

Ternyata tidak terasa bahwa musim dingin telah berlalu selama sebulan lamanya. Makanan milik belalang telah habis, Sementara semut masih duduk santai sambil menikmati makanan. Belalang mencoba mencari makanan tetapi tidak berhasil.

Akhirnya, dia mengetuk pintu semut dan si semut membuka pintu. “Ada apa lang?” Tanya semut. “Tolong beri saya beberapa makananmu semut. Karena saya kelaparan dan persediaan saya telah habis sekarang ujar si belalang.

“Wahhh enak saja belalang. Ketika aku kesulitan mengumpulkan makanan, kamu bahkan mentertawakanku dan mengolok-olokku. Dan sekarang aku ingin meminta makananku. Pergi ke sana, cari sendiri makanan! ” Jawab si semut dengan geramnya.

Akhirnya, belalang meninggalkan rumah semut untuk mencari makanannya tetapi tidak menemukan apa pun. Ketika belalang hampir mati karena kedinginan, semut akhirnya datang untuk membantunya dan mengundangnya pulang untuk makan.

 

Cerita Fabel Kancil Mencuri Mentimun

Cerita Fabel Kancil Mencuri Mentimun
Kancil Mencuri Mentimun
Kancil Mencuri Mentimun

Hutan saat itu sedang dilanda kekeringan yang panjang. Akibatnya, makanannya habis dan sungai pun ikut mengering. Mau tidak mau, hewan hutan harus keluar dari hutan untuk mencari makanan. Tidak terkecuali si kancil. Dia bingung mencari makanan karna di hutan sudah tidak ada sumber makanan.

“Di mana saya harus mencari makanan? Jika saya tinggal di hutan ini, saya bisa kelaparan,” kata si Kancil.

Kancil keluar dari hutan. Ketika dia berjalan, dia tiba-tiba melihat ladang petani dipenuhi mentimun yang sangat segar.

Seketika keinginan si kancil untuk tampak melahap mentimun segar tersebut.

“Hmmm… Jika aku makan mungkin tidak apa-apa mentimun milik petani tersebut,” kata Kancil.

Hmm, mentimun itu ternyata sangat bagus. Tanpa sadar, Si Kancil memakan mentimun sampai perutnya kekenyangan. Kancil pun kembali dengan hati yang bahagia.

“Untuk apa aku keluar dari hutan untuk bersusah payah mencari makanan. Di ladang si petani, ada banyak makanan tersedia,” kata Si Kancil.

Benar, hari-hari berikutnya, Kancil sering mengunjungi ladang petani. Dia makan mentimun milik petani. Pada akhirnya, para petani menjadi geram dan sangat marah.

“Aku harus memberi pelajaran pada si pencuri timun-timunku. Tapi bagaimana?” pikir Petani.

Petani itu terus berpikir sampai akhirnya dia menemukan ide. Para petani mengambil pakaian, pita, dan kelapa yang tidak digunakan. Lalu dia menyatukan semuanya, mengubahnya menjadi orang-orangan sawah. Lalu dia meletakkannya di ladang mentimun.

“Si petani yakin setelah dia memasang boneka orang sawah tersebut maka si pencuri akan takut jadinya ,” Kata Si Petani.

Kancil yang lapar kembali ke ladang petani. Dia berharap untuk makan mentimun sesegera mungkin, Si Kancil berfikir di ladang tersebut dia akan kenyang jadi dia tidak perlu kembali ke ladang tersebut untuk beberapa kali. Jika perlu, aku akan membawa mentimun pulang untuk aku makan,” kata Kancil.

Olala, betapa terkejutnya Kancil ketika dia menemukan seseorang yang menjaga ladang petani. Si Kancil yang berniat mencuri, lalu bersembunyi, menunggu kepergian orang ini.

Tetapi untuk waktu yang lama dia menunggu, orang ini juga tidak meninggalkan tempatnya. Kancil, yang sudah sangat lapar, akhirnya menyerah. Dia pulang tanpa membawa mentimun.

Demikianlah artikel tentang Cerita Fabel Panjang, Pendek, Bergambar, Pengertian, Ciri, dan Struktur dengan beberapa ulasan lengkapnya. Semoga artikel ini bisa membantu para pembaca dosenpintar.com. sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya.

Baca Juga :

 

(Visited 79,213 times, 22 visits today)