Rumah Adat Bali

Rumah Adat Bali – Bali ? Mendengar kata Bali apa yang terlintas di fikiran kalian ? Sudah pasti pantainya yang sangat indah bukan, nah ternyata selain memiliki pantai yang indah Bali juga memiliki beragam budaya dan aset yang sangat bagus peninggalan nenek moyang terdahulu, salah satunya adalah rumah adat Bali, jadi kali ini kita akan membahas sejarah rumah adat Bali, silakan baca artikel dibawah ini.

Rumah Adat Bali
Rumah Adat Bali

Filosofi Rumah Adat Bali

Sebagai salah satu provinsi Indonesia yang terkenal hingga mancanegara berkat keindahan alam serta budayanya yang kental masih lestari hingga saat ini. Begitu juga dengan tempat tinggal masyarakat Bali yang masih menggunakan rumah tradisonal. Sebanyak apapun wisatawan dari berbagai penjuru dunia yang datang ke Bali tidak mengubah kepribadian masyarakat Bali yang tetap menjaga budaya dari para leluhur.

Rumah adat Bali memiliki filosofinya serta terdapat pedoman khusus dalam proses mendesain bangunannya seperti penggunaan kosala kosali. Filosofisnya, kosala kosali ini maknanya terbangun kedinamisan serta keselarasan dalam menjalani hidup.

Arsitektur dari desain, ornamen dan fungsinya berasal dari leluhur. Menurut  kepercayaan masyarakat Bali tempat tinggal mereka itu tercantum didalam kitab suci Weda disebut sebagai miniatur dari alam semesta.

Rumah adat Bali terdapat dua bagian yaitu rumah hunian dan Gapura Candi Bentar yang difungsikan sebagai rumah adat. Ada aturan khusus untuk membangun rumah adat Bali ini seperti struktur bangunan, menentukan arah, dimensi pekarangan, letak bangunan, dan konstruksi yang dibuat dengan ketentuan agama yang di percayai.

Baca Juga :  Pengertian Kerja Rodi

 

Macam-Macam Bangunan Rumah Adat Bali

1. Bangunan Angkul-Angkul

Angkul-angkul sebagai pintu masuk yang berupa gapura yang memiliki atap sebagai pembeda dari gapura lainnya.

2. Aling-Aling

Dominan bangunan ini dibangun sebagai batas angkul-angkul dengan ruangan dalam rumah atau disebut tempat suci. Makna dari aling aling ini adalah hal positif ketika memasuki rumah.

3. Bangunan Sanggah

Disebut bangunan suci yang pada ketentuannya terletak disebelah ujung bagian timur laut dari rumah tersebut. Bangunan ini difungsikan sebagai tempat beribadah keluarga yang beragama Hindu.

4. Rumah Adat Bale Manten

Dibangun sebagai bangunan khusus untuk kepala keluarga dan anak perempuan. Berbentuk persegi panjang, dan Bale Manten ini terletak disebelah timur rumah. Satu bale ini didalamnya terdapat dua bagian bale yang berada disisi kanan dan kiri.

Material Pembangunan Rumah Adat Bali

Material yang digunakan pada umumnya tergantung tingkat kemampuan masyarakat yang hendak membangun rumah. Masyarakat biasa hanya akan menggunakan peci dari tanah liat sedangkan sebaliknya jika bangsawan yang membangun rumah, akan menggunakan batu bata untuk pondasi dasar rumahnya. Bagian atapnya menggunakan genting sebagi penutup alang-alang. Namun semuanya kembali lagi pada ekonomi masing-masing.

Desain Arsitektur dari Rumah Adat Bali

Dengan desain yang sangat indah menampilkan bentuk bangunan seperti kerajaan, yang asri dari kebudayaan Bali serta lengkap dengan bagian bangunan saling memiliki fungsi tersendiri yang tidak dapat dipisahkan.

Struktur Ruangan Serta Fungsinya

  • Penginjeng Karang

    Sebagai tempat yang khusus untuk pemujaan serta menjaga pekarangan, namun bukan untuk melakukan ibadah, karena tempat ibadah ada bangunan tersendiri. Pemujaan yang dilakukan memiliki jadwal tersendiri.

  • Bale Manten

    Tempat ini adalah suatu ruangan bagi anak perempuan dan bisa juga dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang, dari namanya saja kita tahu pasti bale manten berkaitan dengan pengantin, terkadang tempat ini dijadikan ruangan khusus bagi pengantin baru.

  • Bale Gede Atau Bale Adat

    Kata bale sendiri diambil dari kata balai yang memiliki arti tempat berkumpul. Setiap rumah adat Bali pasti memiliki Bale sebagai tempat pertemuan keluarga atau pertemuan kepala suku.

  • Bale Dauh

    Bale dauh merupakan tempat khusus bagi anak laki laki sebagai tempat tidur anak laki laki, umumnya juga digunakan sebagai tempat kerja, dan menjadi tempat pertemuan kerja yang mendadak.

  • Paon

    Paon merupakan ruang dapur, sebagai tempat masak tersendiri yang biasanya terletak dibagian belakang rumah.

  • Lumbung

    Digunakan sebagai tempat khusus penyimpanan, tetapi tidak semua barang atau benda disimpan di lumbung. Biasanya dijadikan sebagai tempat penyimpanan bahan makanan pokok, seperti padi (beras) dan jagung.

Selesai bahasan sejarah mengenai Rumah Adat Bali, semoga bermanfaat bagi kalian yang telah membaca dan semoga dapat menambah ilmu kita semua. Tunggu artikel sejarah keberagaman Bangsa Indonesia Berikunya guys.

Baca Juga :

 

(Visited 33 times, 2 visits today)